Minggu, 09 September 2012

Daur Air


Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari air di daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air tanah.


Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan air mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem darat.

Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar seperempat air tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan manusia sebagai urin dan keringat.

Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan bumi.


Air  sangat penting karena fungsinya sebagai pelarut kation dan anion, pengatur suhu tubuh, pengatr tekanan osmotik sel dan bahan baku fotosintesis.  Air merupakan alat transfer utama bagi pemindahan zat dalam beberapa daur biogeokimia. Daur biogeokimia merupakan  pertukaran atau perubahan yang terus-menerus antara komponen biosfer yang hidup dengan tak hidup (biosfer adalah lapisan permukaan bumi atau dapat pula disebut ekosistem raksasa, karena terbentuk dari berbagai ekosistem yang saling berinteraksi).  Fungsi daur biogeokimia adalah sebagai  siklus materi  yang melibatkan semua unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun abiotik, sehngga kelangsungan hidup di bumi tetap terjaga. 

Daur air adalah pergerakan air melalui sistem biotik dan abiotik. Air bergerak dalam daur air secara global. Di atmosfer air tersedia dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari proses  evaporasi (penguapan). Baik yang berasal dari danau, sungai, tanah atau permukaan tubuh makhluk hidup, permukaan daun tumbuhan (lebih dikenal transpirasi) terutama evaporasi dari lautan.  Siklus air digerakkan oleh energi matahari dan sebagian besar terjadi antara lautan dan atmosfer melalui penguapan (evaporasi) dan curah hujan  (prisipitasi0. Jumlah air yang menguap dari lautan melebihi presipitasi  di atas lautan dan kelbihan uap air dipindahkan angin ke daratan.

Pada saat molekul-molekul air di atmosfer bergerak mengikuti pola angin, kelembaban udara menyebabkan suhu menjadi lebih dingin. Selanjutnya, uap air terkondensasi menjadi tetes-tetes air dan jatuh sebagai air hujan dan salju. Ketika hujan jatuh di daratan, beberapa diantaranya menjadi air permukaan, mengalami penguapan dan terserap di dalam tanah. Sebagian air ini mengalir ke bawah melewati tanah dan bebatuan, kemudian tersimpan dalam tanah atau di bawah danau yang disebut  sebagai air tanah dalam. Sebagian lagi mengalir ke permukaan tanah membentuk aliran air dan sungai, yang nantinya akan membawa air ke lautan. Sebagian air diserap oleh tumbuhan, digunakan untuk proses metabloisme dan mengembalikannya ke udara melalui trsnapirasi dan evaporasi dari permukaan tanah menghasilkan kumpulan uap air yang disebut awan, yang akan melepaskan air sebagai hujan dan memulai siklus lagi.

Siklus air berbeda dengan siklus lainnya karena sebagian besar aliran air melalui ekosistem terjadi melalui proses fisik, bukan proses kimia, selama evaporasi, presipitasi dan transpirasi air mempertahankan bentuknya sebagai H2O.

Jika terjadi gangguan daur air, misal ilegal logging maka terjadi banjir dan kegiatan distribusi tak berjalan lancar sehingga  terjadi kekeringan seperti di negara kita, Indonesia. 

Contoh Video Daur Air



Tidak ada komentar:

Posting Komentar